Kalau kita berkaca dan melihat sisi positif dari kasus JIS tersebut, tentunya sebagai orang tua harus bisa lebih jeli dalam memilih tempat pendidikan buat anak, tidak hanya nama yang harus diperhatikan tapi juga kualitas pendidikan, kualitas pengajar dan legalitas tempat pendidikan tersebut. Jangan sampai kita tertipu dengan istilah "International School" yang mungkin ada dalam benak kita adalah sekolah dengan kualitas international.
Kasus tersebut juga membuktikan bahwa yang namanya International School belum tentu bagus dan baik.
Kalau saja dari kecil anak sudah menjadi Objek dari kekerasan maka sudah pasti dikhawatirkan ketika anak itu menjelang remaja dan dewasa akan menjadi pelaku dari kekerasan yang pernah dialaminya saat kecil. Bisa karena meniru atau dendam dan bisa juga menjadi karakter salah yang dibangun di Sekolahnya tersebut. Lalu apa yang akan bisa di banggakan dari sekolah tersebut jika hanya membuat anak menjadi lebih rusak, lebih mengenal perilaku menyimpang dan menjadi korban. Sunggu sangat miris sekali ... dengan tujuan berharap anak bisa menjadi orang yang lebih pintar dan dengan kerja keras orang tua agar bisa masuk dan membiayai anak sekolah di International School tersebut namun perilaku buruk yang didapatkan oleh si anak.
Memang tidak semua International School memberikan dampak negataif terhadap anak, dan tidak semua anak juga yang mendapatkan pendidikan buruk. Tapi kita harus lebih hati hati dalam memilih dan mendidik anak, bukan hanya peran sekolah tapi juga peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah peting. Pendekatan secara emosional antara orang tua dan anak sangatlah penting, sehingga apa yang dirasakan oleh anak dimanapun dan kapanpun bisa dikemukakan kepada orang tua. Dimanapun anak itu sekolah disana juga terdapat tanggung yang besar dari orang tua untuk selalu mendidik, memantau, dan mengetahui apa yang anak dapatkan dan pelajari disekolah tersebut.
Sebagai orang tua, lebih baik dan lebih bijaksana jika sebelum memasukan anak kesebuah sekolah, sebuah yayasan atau sebuah lembaga untuk melihat dan mempertimbangkan dari berbagai hal tempat tersebut ... Manakah yang lebih besar sisi positif atau sisi negatifnya ... terutama dalam segi pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan karena ini adalah dua pilar yang sangat penting yang bisa menjadi pondasi buat anak itu sendiri... Jika saja di Sekola tersebut tidak ada pelajaran agama maka apa jadinya nanti sianak, apakah akan menjadi Atheis yang tidak mempunyai keyakinan karena tidak pernah dididik atau diarahkan. Dan bagaimana jadinya jika sianak tidak diajarkan kewarganegaraan, apakah anak akan diarahkan untuk menjadi pemberontak terhadap negaranya sendiri ... !!!
Wallahualam









